WELCOME

Selamat datang di LEMONADE PHOTOGRAPHY. jika anda menyukai artikel-artikel saya, jangan lupa tinggalkan jempol anda (LIKE) atau komentar sebagai oleh-oleh. Terima kasih telah mengunjungi dan Selamat melihat-lihat... HOPE YOU LIKE THAT. :)

YANG LAGI ANGET :





ORIGIN VISITOR :

TRANSLATOR

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Diberdayakan oleh Blogger.

Archive for Maret 2015

HIJAB | Hijab And Beauty In Pango Bridge

Selasa, 10 Maret 2015
Posted by muhammad yanis



















Air Terjun Mon Ceunong | Syurga Tersembunyi di Indrapuri

Selasa, 03 Maret 2015
Posted by muhammad yanis
Assalamu ‘alaikum sobat lempho dimanapun ente berada. . .

Pada kesempatan yang selalu bahagia seperti ini, ane akan kembali memperkenalkan keindahan alam dinegeri ane tercinta ini yaitu Aceh. Trip kali ini, ane akan mengajak ente-ente untuk kembali mendaki sembari ngelestariin lagu lama yang perlahan mulai memudar karena boyband, yaitu “naik-naik kepuncak gunung”.

Oke guys, diminggu yang mataharinya selalu ngajak ribut ini, ane akan membawa kalian kesebuah tempat yang menurut ane adalah surga bumi yang tersembunyi. Sebuah keindahan alam yang dilukis langsung oleh pencipta semua nyawa yaitu Tuhan kita yang Esa, Allah SWT. Pasti ente ente semua pada penasaran kan ?? sebenarnya dimana si tempat yang sespecial itu. Begini ceritanya. . .

Pada hari minggu nan kelabu, ane dan seperangkat pasukan bodrek (odenk, bereng, wak lebe, si ok, bozzing, partok dan bang man) berencana melakukan sebuah advanture yang berbeda dan masih minim pengunjungnya. Namun tempat yang menjadi sasaran pelampiasan amarah kami ini belum ada satupun dari kami yang tau dan pernah pergi. Hanya ane yang tau, itupun namanya doank (karena pernah ngeliat sebuah photo yang dishare di Instagram). Karena penampakan pada photo itulah yang menggugah selera kami untuk secepat kilat menginjakkan kaki, merebahkan body serta standing dan terbang ke tempat itu. Setelah melewati debat yang sangat panjang, akhirnya saya teringat pada seorang teman lama yang kebetulan memang penduduk asli ditempat yang akan kami kunjungi ini. Sebut saja namanya munzard (kayak di koran prohaba gitu) :D . Dari beliaulah kami menetahui dimana tempat serta jalan dan sejarah dari tempat ini.

Perjalanan ini dimulai dari jantho (sekitar 20 menitan untuk sampai ke daerah Indrapuri, tepatnya disimpang polantas Indrapuri). Sesampai disimpang ini, kami istirahat sejenak untuk membeli persiapan bekal diperjalanan (karena sejujurnya perut ane sangat lapar, dan ane resek kalo lagi laperrr. Begitu juga dengan teman-teman ane :D). Setelah semua perbekalan isi perut telah terbeli, kami mulai melanjutkan kembali perjalanan yang penuh rasa kepenasaran ini. Ane dan teman-teman ane selanjutnya menjumpai teman lama yang akan menjadi guide kami disebuah persimpangan yang bertepatan didepan pasentren Umar dian – Indrapuri – Aceh Besar. Untuk sampai ditempat yang ane tuju, saran ane sesampainya di persimpangan sebaiknya ente memilih jalur sebelah kanan. Kenapa demikian ??? karena kalau milih yang kiri, ane yakin, ente nggak bakal sampai and pastinya tersesat. Sooo… yang kanan pasti lebih oke. :D

Selanjutnya ente akan melewati sebuah badan peternakan sapi seluruh Aceh, hingga akhirnya ente nemuin jalan setapak yang ditumbuhi batu-batu yang sudah jadi emaknya kerikil :D. Dan jika ente telah nemuin jalan yang seperti ciri-ciri diatas, selamaaattt !!! perjalanan ente masih panjang. . . :D (yaitu menyebrangi beberapa sungai kecil serta tanjakan yang terjal dan berbatu). Tapi ente jangan panik, tak berapa lama lagi, mulut ente akan menganga melihat alam membayar hutangnya atas keringat dan rasa pegal ente yang selama di perjalanan telah menjadi tumbal dari rasa kepenasaranan ente ente pade yang muke gilee. Dan selama diperjalanan, alam pasti akan selalu setia menemani ente dengan sejuta nyanyian binatang hutan serta riuh angin yang mendesir dedaunan lewat sayup mayup gemerisik air dari sela sela batu gunung. Dan akhirnya ne soob, perjalanan ribet kami disambut meriah oleh penghuni hutan di garis finish. Benar-benar pemandangan yang tak bisa dilukiskan dengan puisi. Hijaunya daun, biru jernihnya air serta segarnya alam menjadi jamuan special buat ane dan seperangkat alat shalat ane yang lainnya. Sebuah penampakan yang amaaaaziiing wooownya. . .

Owwwhhh iya guys. . . . gara-gara ane terbawa suasana, ane hampir lupa kalau nama tempat yang kita tuju kali ini yaitu “Air Terjun Mon Ceunong” yang berkediaman di desa Aneuk Glee – Indrapuri – Aceh Besar. Kenapa dinamakan demikan ?? karena disitu ada sebuah sumur (mon) yang konon menyimpan banyak cerita rakyat serta mitos-mitos yang bervariasi. Namun sekarang sudah ditimbun dengan sebuah pohon besar oleh pribumi di daerah itu. Satu lagi saran dari ane, jika ente berniat kesini, jangan lupa bawa bekal secukupnya serta usahakan agar tidak melakukan perjalan dengan menggunakan sepeda motor matic.


Tanpa pikir panjang, langsung aje ane cemplungin mata ente ke TE-KA-PEE. . . cekidoooootttttt. . .



























Dan yang paling ngebuat ane syok ne guyss. . . Ane kira air terjun ini adalah finishing dari perjalan kami di Mon ceunong ini. Ternyata ane salah besar guys. Hanya menapaki beberapa langkah ke depan, ente akan nemuain perbukitan yang tak kalah woww nya dengan bukit Kuta Malaka dan Bukit Jalin. Yang ngebedain, kalau bukit Kuta Malaka dan Bukit Jalin sudah terlalu mainstream, justru bukit ini belum terjamah oleh jari jemari para ‘alayer” perusak alam lewat keeksisannya di sosmed. Nih ane nampakin ke ente-ente pade. . .










Dan finally ne guys, perjalanan kami harus berakhir sampai disini. Mengingat langitpun sudah mulai menutup matanya pertanda kami akan diusir dari tempat ini. Thanks buat semua sobat ane yang telah membaca artikel simple ane. Semoga tempat ini akan menjadi salah satu planing kalian didiary kalian minggu depan. . 
Salam jepret, Salam Lemonade Photography. . .
See You Next Trip. . .



Locations : Air Terjun dan Bukit Batu Mon Ceunong - Desa Aneuk Glee - Kec. Indrapuri – Kab. Aceh Besar – Aceh.