HIJAB | Pesona Keindahan Taman Kaki Geurutee
Assalamu'alaikum lemonaders ban saboh nanggroe. .
Merupakan suatu kebanggaan yang sangat amat bagi saya untuk kembali bisa memperkenalkan keindahan alam dibumi Aceh tercinta. Namun kali ini perjalanan yang memegalkan seisi badan menjadi salah satu teman yang akan menemani saya. Gimana enggak guys ? Saya harus berangkat dari Jantho (kediaman saya) menuju Banda Aceh yang berjarak 45 menit perjalanan (tergantung raidernya juga gan). Kemudian akan menempuh waktu kira-kira 2 jam perjalanan lagi untuk bisa bersua dengan tempat yang satu ini (kebayang dong ya gimana trepesnya pantat saya gan).
Perlu tahu banget ne guys, tempat yang kami tuju kali ini bukanlah tempat yang menjadi bagian dari planning hunting yang kami sepakati (karena awalnya kami ingin melakukan hunting didaerah Pucok krueng-Lhoknga). Namun setelah "deal or no deal" yang cukup lama, akhirnya saya dan 6 orang teman saya memutuskan untuk melakukan hunting cassual hijab di taman kaki geurutee. Dengan bermodal 4 ekor sepeda motor akhirnya kami lets go ke tekape ( maklum belum sanggup beli mobil ). Nggak peduli seberapa gersang wajah yang terserang sengatan mentari. Karena niat yang kuat menjadi pedoman utama bagi kami untuk mengatakan 'berangkat".
Sepanjang perjalanan, saya dibuat lalai dan terkesima kala melirik mata ke ujung bagian barat dari Aceh Besar ini. Bagaikan nyanyian naik-naik kepuncak gunung, ribuan pohon natural tumbuh merapat memenuhi pundak gunung layaknya aksi demo yang memadati jalanan ibukota. Hamparan aspal yang berliku serta jurang yang curam menjadi gandengan yang setia menuntun saya selama roda motor masih berputar. Aroma kelat segar dedaunan jelas tercium diantara suara samar-samar desiran angin yang berhembus. Monyet-monyet liarpun juga tak sukar untuk sekedar say "daaahhh" kepada saya (seakan mengatakan, kamulah majikanku). 8)
Hmmmmmm. . . Akhirnya ne guys, saya dan seperangkat sahabat diatas normal sampai juga digaris finish setelah menempuh waktu kira-kira 2 jam perjalanan dari kota Banda Aceh. Disini anda akan menemukan sebuah tempat disudut Aceh Besar yang sangat asri. Sebuah tempat berteduh pencuci mata. Sebuah tempat yang menjadi saksi terakhir perbatasan Aceh Besar dengan Aceh Barat. serta merupakan tempat yang menjadi penopang bagi gunung geurutee. Dan yang paling damn-nya ne guys, pemandangan yang tersaji disini akan menjadi bayaran yang setimpal untuk hasil keringat anda setelah ditonjok matahari selama perjalanan.
Tanpa perlu panjang lebar saya mengarang yang justru mengingatkan saya pada pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 SD, Saya akan langsung saja mengakhiri cerita sembraut saya dengan memamerkan beberapa hasil jepretan saya yang pastinya tak sebagus jepretan fotografer-fotografer lainnya. Tanpa perlu menunggu lebih lama lagi, langsung saja saya sajikan menu sederhana saya.
Selamat menikmati. . . :D
Tanpa perlu panjang lebar saya mengarang yang justru mengingatkan saya pada pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 SD, Saya akan langsung saja mengakhiri cerita sembraut saya dengan memamerkan beberapa hasil jepretan saya yang pastinya tak sebagus jepretan fotografer-fotografer lainnya. Tanpa perlu menunggu lebih lama lagi, langsung saja saya sajikan menu sederhana saya.
Selamat menikmati. . . :D
Tallent : Widya Selvina
FG & Editing : Muhammad Yanies
Fashion Make-Up : Dek Wid, Novie & Nahya
Idea Style : Dicky & Aman
Location : Taman Kaki Geurutee
Note : Sedikit info buat lemonaders sekalian yang ingin berkunjung ke daerah ini, sebaiknya dalam perjalanan harap sangat hati-hati. Karena jalanan menuju ketempat ini adalah area rawan kecelakaan (berkelok-kelok, bertebing dan berjurang). Saya dan teman saya menyaksikan langsung tepat didepan mata kami sebuah ketidakhati-hatian yang hampir saja menjadi musibah kecelakaan. Untung saja sipengendara sepeda motor tersebut masih mampu mengendalikannya dan terbebas dari maut. Seperti kata pepatah di dunia maya "Buat yang di jalan harap hati-hati. Buat yang dihati, kapan jalan-jalan ??" :D
EDITING | Menyempurnakan Detail dari Sebuah Photo
Assalamu 'alaikum lemonaders sekalian alam. .
Pada per-sua-an kita kali ini, saya akan membahas tentang beberapa detail serta teknik editor yang harus diperhatikan oleh asob asob sekalian baik dalam proses pemilihan tempat, pengambilan gambar serta pengeditan tepat untuk hasil yang memuaskan. Semuanya akan saya kupas secara tajam, setajam paraang dan geuliwang :D (venny rose kali yaa). Yang tentu kesemuanya itu ala saya soobb. .
Oke guys, tanpa perlu melelahkan tangan saya untuk mengetik panjang lebar mukadimah yang tentunya juga bakal membuat air liur anda kering dalam membaca, langsung saja kita menuju pokok pembahasannya.
Didunia photography yang sudah sangat membahana badai ini, terdapat banyak sekali foto-foto keren, canggih, unik dan menggiurkan yang dihasilkan oleh seorang fotografer. Namun tahukah anda ?? sebuah foto yang terbagus dari tahap pengambilannya jelas takkan sempurna jika tidak mendapat pertolongan dari berbagai aplikasi editor photo. Karena kekurangan itulah, peranan aplikasi ini sangat dibutuhkan sebagai ending dari sebuah foto sebelum akhirnya pantas untuk dikatakan finish.
Oke sooobb. .
Pada foto saya dibawah ini, Saya memilih tempat pengambilan gambarnya yaitu di Pantai. Kenapa pantai ?? Karena untuk foto saya yang satu ini, saya ingin sesuatu yang menjadi background dari model saya adalah hamparan dedaunan. Dedaunan yang saya maksud adalah dedaunan yang tumbuh ori karya Tuhan dan masih bernafas segar. Bukan dedaunan KW hasil akal-akalan ataupun yang sengaja saya letakkan. Dedaunan yang saya maksud adalah tumbuhan yang tumbuh merambat dan berdaun bulat yang biasanya tumbuh memadat dipinggiran pantai (meskipun masih banyak tempat lain yang juga menyediakan aneka daun seperti hutan dengan berbagai dedaunan hutannya). Untuk lokasi pantainya saya melakukannya disebuah pantai di Pulo Nasi yaitu Pantai Nipah (karena kebetulan saya sedang berlibur ke Pulo Aceh). Kenapa Nipah ?? Padahal masih banyak pantai indah yg lain di Pulo ini ?? Karena dari semua pantai yang saya kunjungi, hanya Nipah yang menyediakan hamparan dedaunan mungil ini yg membentang dari satu ujung pantai hingga ke ujung lainnya (Bukannya dipantai lain gak ada. Cuma nggak sebagus dan sebanyak di Pantai Nipah).
Pada foto saya dibawah ini, Saya memilih tempat pengambilan gambarnya yaitu di Pantai. Kenapa pantai ?? Karena untuk foto saya yang satu ini, saya ingin sesuatu yang menjadi background dari model saya adalah hamparan dedaunan. Dedaunan yang saya maksud adalah dedaunan yang tumbuh ori karya Tuhan dan masih bernafas segar. Bukan dedaunan KW hasil akal-akalan ataupun yang sengaja saya letakkan. Dedaunan yang saya maksud adalah tumbuhan yang tumbuh merambat dan berdaun bulat yang biasanya tumbuh memadat dipinggiran pantai (meskipun masih banyak tempat lain yang juga menyediakan aneka daun seperti hutan dengan berbagai dedaunan hutannya). Untuk lokasi pantainya saya melakukannya disebuah pantai di Pulo Nasi yaitu Pantai Nipah (karena kebetulan saya sedang berlibur ke Pulo Aceh). Kenapa Nipah ?? Padahal masih banyak pantai indah yg lain di Pulo ini ?? Karena dari semua pantai yang saya kunjungi, hanya Nipah yang menyediakan hamparan dedaunan mungil ini yg membentang dari satu ujung pantai hingga ke ujung lainnya (Bukannya dipantai lain gak ada. Cuma nggak sebagus dan sebanyak di Pantai Nipah).
Untuk modelnya saya menggunakan jasa dari seorang model sederhana namun sempurna yang yaitu Nora Liana. Disini, modelnya sengaja saya dandani seadanya. Hal ini bertujuan agar efect make-up yang berlebihan tidak membuat foto saya over style dan sekaligus akan mengurangi jati diri dari thema foto saya. Saya hanya sedikit saja memberinya lipstik tipis dan beberapa elusan bedak. Dengan begitu, kesan natural dari dara desa jelas terasa. Posisi sang model yaitu tidur terlentang diantara beberapa puluh dedaunan. Wajah sang model sedikit diangkat dan seakan mengintip dengan paras polos dan tatapan kosong ke arah lensa (karena foto akan saya ambil dari samping). Tangan yang tak berdosa terletak bersahaja diatas pasir yang tertutup dedaunan yang berujung pada telapak tangan yang telungkup dibagian perut. Ini sengaja saya lakukan hanya untuk menimbulkan gaya kaku dari sang model. Kenapa demikian ?? Kenapa saya membuat kaku ?? Maksud saya agar aura gadis desa yang jarang berpose didepan kamera dapat dengan mudah terpancarkan.
Untuk fashionnya, jilbab coklat pucat kekuning-kuninganan sangat mampu menimbulkan aura sang model yang ditimpa background hijau dedaunan. Pemilihan kaos lengan panjang belang hitam putih juga menambah kesan klasik tapi antik sebuah foto.
Setelah proses pemotretan selesai, selanjutnya saya akan membawa kalian pada proses pengeditan. Untuk proses pengeditan itu sendiri pasti memerlukan aplikasi khusus. Di dunia yang super modern seperti sekarang ini, untuk menemukan aplikasi-aplikasi tersebut tidaklah menjadi suatu kesulitan. Hal ini disebabkan terlalu banyaknya aplikasi-aplikasi editor yang tersebar didunia maya dan dapat dengan mudah kita temukan (yaitu dengan cara mendownloadnya. Baik yang free maupun yang pro). Selain itu juga terdapat sangat banyak jenis editan seperti editan secara instan (edit secara online bagi anda-anda yang nggak ingin tau dan nggak ingin mengerti tentang editor) dan editan secara manual (misalnya menggunakan aplikasi khusus yang offline). Untuk editan secara manual, juga terdapat banyak sekali aplikasi diantaranya adobe photoshop (yang sangat dipuja oleh editor tetapi juga sangat banyak dimaki oleh orang awam dalam hal editing), adobe lightroom, adobe illustrator, photoscape dan masih banyak lagi yang lainnya (coba search di google aja sooobb. Yang penting jangan ajak saya, karena saya kurang sehat :D). Untuk proses editan yang saya gunakan pada foto saya, disini saya memakai dua jasa dari aplikasi editor yaitu adobe photoshop (untuk proses cleaning detail) dan aplikasi adobe lightroom (untuk proses colouring).
Tahap pertama yang mesti saya kerjakan adalah menyeleksi wajah sang model untuk selanjutnya saya lakukan proses cleaning, contras dan hal lain secara detail. Pada wajah sang model saya membuatnya sedikit lebih putih agar tidak kelihatan kusam namun juga tak terlihat over (begitu juga dengan area tangan). Proses ini perlu dilakukan agar tidak menimbulkan warna wajah yang pucat pasi. Selanjutnya hal lain yang saya tambahkan pada foto saya tersebut adalah effect lens flare (untuk hasil lens flarenya dapat anda lihat pada ujung-ujung dedaunan terdapat semacam butiran bercahaya seperti adanya embun yang diterpa mentari). Hal ini sengaja saya lakukan agar suasana foto tidak mati. proses pengeditan yang seperti ini adalah termasuk kedalam salah satu jenis editan manipulation. Untuk proses ini, effect lens flare yang saya gunakan yaitu effect lens flare secara manual (menggunakan brush lalu kemudian saya menggunakan effect outer glow).
Setelah foto tersebut mulai terlihat sejuk dimata saya (ngarep dimata anda juga), tahap selanjunya yaitu melakukan pewarnaan menggunakan lightroom. kenapa harus lightroom ?? padahal untuk proses ini diadobe photoshop sendiri juga tersedia ?? Hal ini saya lakukan karna menurut saya pada aplikasi PS untuk proses pewarnaan sering terjadi over saturation ( tidak untuk semua jenis foto) sehingga terkadang timbul noise (bintik-bintik seperti TV jadul). Oleh karena itu, untuk proses pewarnaan yang satu ini saya akan memakai jasa dari Lightroom.
Untuk pewarnaan pada foto saya, tidak banyak yang saya ubah (sesuai original). Saya hanya lebih menimbulkan warna hijan dedaunan. Dengan begitu, keadaan background yang dipadu oleh pesona sang model dapat terlihat dengan mudah dan membahana (semacam ada sinkronisasi yang ideal).
Oke guys, setelah hasilnya berhasil saya hasilkan, tahap selanjutnya yaitu memamerkan kepada asob-asob sekalian bagaimana hasil sederhana sebuah foto ala saya yang saya beri tema "Tatapan Polos Dara Desa". Selamat menikmati. . . ^^
Setelah proses pemotretan selesai, selanjutnya saya akan membawa kalian pada proses pengeditan. Untuk proses pengeditan itu sendiri pasti memerlukan aplikasi khusus. Di dunia yang super modern seperti sekarang ini, untuk menemukan aplikasi-aplikasi tersebut tidaklah menjadi suatu kesulitan. Hal ini disebabkan terlalu banyaknya aplikasi-aplikasi editor yang tersebar didunia maya dan dapat dengan mudah kita temukan (yaitu dengan cara mendownloadnya. Baik yang free maupun yang pro). Selain itu juga terdapat sangat banyak jenis editan seperti editan secara instan (edit secara online bagi anda-anda yang nggak ingin tau dan nggak ingin mengerti tentang editor) dan editan secara manual (misalnya menggunakan aplikasi khusus yang offline). Untuk editan secara manual, juga terdapat banyak sekali aplikasi diantaranya adobe photoshop (yang sangat dipuja oleh editor tetapi juga sangat banyak dimaki oleh orang awam dalam hal editing), adobe lightroom, adobe illustrator, photoscape dan masih banyak lagi yang lainnya (coba search di google aja sooobb. Yang penting jangan ajak saya, karena saya kurang sehat :D). Untuk proses editan yang saya gunakan pada foto saya, disini saya memakai dua jasa dari aplikasi editor yaitu adobe photoshop (untuk proses cleaning detail) dan aplikasi adobe lightroom (untuk proses colouring).
Tahap pertama yang mesti saya kerjakan adalah menyeleksi wajah sang model untuk selanjutnya saya lakukan proses cleaning, contras dan hal lain secara detail. Pada wajah sang model saya membuatnya sedikit lebih putih agar tidak kelihatan kusam namun juga tak terlihat over (begitu juga dengan area tangan). Proses ini perlu dilakukan agar tidak menimbulkan warna wajah yang pucat pasi. Selanjutnya hal lain yang saya tambahkan pada foto saya tersebut adalah effect lens flare (untuk hasil lens flarenya dapat anda lihat pada ujung-ujung dedaunan terdapat semacam butiran bercahaya seperti adanya embun yang diterpa mentari). Hal ini sengaja saya lakukan agar suasana foto tidak mati. proses pengeditan yang seperti ini adalah termasuk kedalam salah satu jenis editan manipulation. Untuk proses ini, effect lens flare yang saya gunakan yaitu effect lens flare secara manual (menggunakan brush lalu kemudian saya menggunakan effect outer glow).
Setelah foto tersebut mulai terlihat sejuk dimata saya (ngarep dimata anda juga), tahap selanjunya yaitu melakukan pewarnaan menggunakan lightroom. kenapa harus lightroom ?? padahal untuk proses ini diadobe photoshop sendiri juga tersedia ?? Hal ini saya lakukan karna menurut saya pada aplikasi PS untuk proses pewarnaan sering terjadi over saturation ( tidak untuk semua jenis foto) sehingga terkadang timbul noise (bintik-bintik seperti TV jadul). Oleh karena itu, untuk proses pewarnaan yang satu ini saya akan memakai jasa dari Lightroom.
Untuk pewarnaan pada foto saya, tidak banyak yang saya ubah (sesuai original). Saya hanya lebih menimbulkan warna hijan dedaunan. Dengan begitu, keadaan background yang dipadu oleh pesona sang model dapat terlihat dengan mudah dan membahana (semacam ada sinkronisasi yang ideal).
Oke guys, setelah hasilnya berhasil saya hasilkan, tahap selanjutnya yaitu memamerkan kepada asob-asob sekalian bagaimana hasil sederhana sebuah foto ala saya yang saya beri tema "Tatapan Polos Dara Desa". Selamat menikmati. . . ^^
![]() |
| Tallent : Nora Liana - FG : Muhammad Yanies - Location : Nipah - Pulo Nasi - Copyright 2014 - Lemonade photography |
Gimana sooobbbb ??? Lumayan Atau Jempolan ??? Semuanya tergantung lemonaders sekalian dalam menilai. Jika sobat merasa kurang puas dengan hasilnya, sobat bisa langsung mengomentarinya pada kotak komentar yang sengaja dibuat gratis. Itu juga akan menjadi modal buat saya untuk lebih baik lagi kedepannya (Namanya juga masih sama-sama belajar). Semoga artikel ini (dari atas sampai bawah) bermanfaat dan menambah pengetahuan sobat. Teruslah berkarya and thanks karena telah mengunjungi gubuk saya. .
Salam Lemonaders, Little touch for better performance. . .
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)











.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)





.jpg)


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)





.jpg)
.jpg)
.jpg)