Tampilkan postingan dengan label Tips And Trick. Tampilkan semua postingan
EDITING | Menyempurnakan Detail dari Sebuah Photo
Assalamu 'alaikum lemonaders sekalian alam. .
Pada per-sua-an kita kali ini, saya akan membahas tentang beberapa detail serta teknik editor yang harus diperhatikan oleh asob asob sekalian baik dalam proses pemilihan tempat, pengambilan gambar serta pengeditan tepat untuk hasil yang memuaskan. Semuanya akan saya kupas secara tajam, setajam paraang dan geuliwang :D (venny rose kali yaa). Yang tentu kesemuanya itu ala saya soobb. .
Oke guys, tanpa perlu melelahkan tangan saya untuk mengetik panjang lebar mukadimah yang tentunya juga bakal membuat air liur anda kering dalam membaca, langsung saja kita menuju pokok pembahasannya.
Didunia photography yang sudah sangat membahana badai ini, terdapat banyak sekali foto-foto keren, canggih, unik dan menggiurkan yang dihasilkan oleh seorang fotografer. Namun tahukah anda ?? sebuah foto yang terbagus dari tahap pengambilannya jelas takkan sempurna jika tidak mendapat pertolongan dari berbagai aplikasi editor photo. Karena kekurangan itulah, peranan aplikasi ini sangat dibutuhkan sebagai ending dari sebuah foto sebelum akhirnya pantas untuk dikatakan finish.
Oke sooobb. .
Pada foto saya dibawah ini, Saya memilih tempat pengambilan gambarnya yaitu di Pantai. Kenapa pantai ?? Karena untuk foto saya yang satu ini, saya ingin sesuatu yang menjadi background dari model saya adalah hamparan dedaunan. Dedaunan yang saya maksud adalah dedaunan yang tumbuh ori karya Tuhan dan masih bernafas segar. Bukan dedaunan KW hasil akal-akalan ataupun yang sengaja saya letakkan. Dedaunan yang saya maksud adalah tumbuhan yang tumbuh merambat dan berdaun bulat yang biasanya tumbuh memadat dipinggiran pantai (meskipun masih banyak tempat lain yang juga menyediakan aneka daun seperti hutan dengan berbagai dedaunan hutannya). Untuk lokasi pantainya saya melakukannya disebuah pantai di Pulo Nasi yaitu Pantai Nipah (karena kebetulan saya sedang berlibur ke Pulo Aceh). Kenapa Nipah ?? Padahal masih banyak pantai indah yg lain di Pulo ini ?? Karena dari semua pantai yang saya kunjungi, hanya Nipah yang menyediakan hamparan dedaunan mungil ini yg membentang dari satu ujung pantai hingga ke ujung lainnya (Bukannya dipantai lain gak ada. Cuma nggak sebagus dan sebanyak di Pantai Nipah).
Pada foto saya dibawah ini, Saya memilih tempat pengambilan gambarnya yaitu di Pantai. Kenapa pantai ?? Karena untuk foto saya yang satu ini, saya ingin sesuatu yang menjadi background dari model saya adalah hamparan dedaunan. Dedaunan yang saya maksud adalah dedaunan yang tumbuh ori karya Tuhan dan masih bernafas segar. Bukan dedaunan KW hasil akal-akalan ataupun yang sengaja saya letakkan. Dedaunan yang saya maksud adalah tumbuhan yang tumbuh merambat dan berdaun bulat yang biasanya tumbuh memadat dipinggiran pantai (meskipun masih banyak tempat lain yang juga menyediakan aneka daun seperti hutan dengan berbagai dedaunan hutannya). Untuk lokasi pantainya saya melakukannya disebuah pantai di Pulo Nasi yaitu Pantai Nipah (karena kebetulan saya sedang berlibur ke Pulo Aceh). Kenapa Nipah ?? Padahal masih banyak pantai indah yg lain di Pulo ini ?? Karena dari semua pantai yang saya kunjungi, hanya Nipah yang menyediakan hamparan dedaunan mungil ini yg membentang dari satu ujung pantai hingga ke ujung lainnya (Bukannya dipantai lain gak ada. Cuma nggak sebagus dan sebanyak di Pantai Nipah).
Untuk modelnya saya menggunakan jasa dari seorang model sederhana namun sempurna yang yaitu Nora Liana. Disini, modelnya sengaja saya dandani seadanya. Hal ini bertujuan agar efect make-up yang berlebihan tidak membuat foto saya over style dan sekaligus akan mengurangi jati diri dari thema foto saya. Saya hanya sedikit saja memberinya lipstik tipis dan beberapa elusan bedak. Dengan begitu, kesan natural dari dara desa jelas terasa. Posisi sang model yaitu tidur terlentang diantara beberapa puluh dedaunan. Wajah sang model sedikit diangkat dan seakan mengintip dengan paras polos dan tatapan kosong ke arah lensa (karena foto akan saya ambil dari samping). Tangan yang tak berdosa terletak bersahaja diatas pasir yang tertutup dedaunan yang berujung pada telapak tangan yang telungkup dibagian perut. Ini sengaja saya lakukan hanya untuk menimbulkan gaya kaku dari sang model. Kenapa demikian ?? Kenapa saya membuat kaku ?? Maksud saya agar aura gadis desa yang jarang berpose didepan kamera dapat dengan mudah terpancarkan.
Untuk fashionnya, jilbab coklat pucat kekuning-kuninganan sangat mampu menimbulkan aura sang model yang ditimpa background hijau dedaunan. Pemilihan kaos lengan panjang belang hitam putih juga menambah kesan klasik tapi antik sebuah foto.
Setelah proses pemotretan selesai, selanjutnya saya akan membawa kalian pada proses pengeditan. Untuk proses pengeditan itu sendiri pasti memerlukan aplikasi khusus. Di dunia yang super modern seperti sekarang ini, untuk menemukan aplikasi-aplikasi tersebut tidaklah menjadi suatu kesulitan. Hal ini disebabkan terlalu banyaknya aplikasi-aplikasi editor yang tersebar didunia maya dan dapat dengan mudah kita temukan (yaitu dengan cara mendownloadnya. Baik yang free maupun yang pro). Selain itu juga terdapat sangat banyak jenis editan seperti editan secara instan (edit secara online bagi anda-anda yang nggak ingin tau dan nggak ingin mengerti tentang editor) dan editan secara manual (misalnya menggunakan aplikasi khusus yang offline). Untuk editan secara manual, juga terdapat banyak sekali aplikasi diantaranya adobe photoshop (yang sangat dipuja oleh editor tetapi juga sangat banyak dimaki oleh orang awam dalam hal editing), adobe lightroom, adobe illustrator, photoscape dan masih banyak lagi yang lainnya (coba search di google aja sooobb. Yang penting jangan ajak saya, karena saya kurang sehat :D). Untuk proses editan yang saya gunakan pada foto saya, disini saya memakai dua jasa dari aplikasi editor yaitu adobe photoshop (untuk proses cleaning detail) dan aplikasi adobe lightroom (untuk proses colouring).
Tahap pertama yang mesti saya kerjakan adalah menyeleksi wajah sang model untuk selanjutnya saya lakukan proses cleaning, contras dan hal lain secara detail. Pada wajah sang model saya membuatnya sedikit lebih putih agar tidak kelihatan kusam namun juga tak terlihat over (begitu juga dengan area tangan). Proses ini perlu dilakukan agar tidak menimbulkan warna wajah yang pucat pasi. Selanjutnya hal lain yang saya tambahkan pada foto saya tersebut adalah effect lens flare (untuk hasil lens flarenya dapat anda lihat pada ujung-ujung dedaunan terdapat semacam butiran bercahaya seperti adanya embun yang diterpa mentari). Hal ini sengaja saya lakukan agar suasana foto tidak mati. proses pengeditan yang seperti ini adalah termasuk kedalam salah satu jenis editan manipulation. Untuk proses ini, effect lens flare yang saya gunakan yaitu effect lens flare secara manual (menggunakan brush lalu kemudian saya menggunakan effect outer glow).
Setelah foto tersebut mulai terlihat sejuk dimata saya (ngarep dimata anda juga), tahap selanjunya yaitu melakukan pewarnaan menggunakan lightroom. kenapa harus lightroom ?? padahal untuk proses ini diadobe photoshop sendiri juga tersedia ?? Hal ini saya lakukan karna menurut saya pada aplikasi PS untuk proses pewarnaan sering terjadi over saturation ( tidak untuk semua jenis foto) sehingga terkadang timbul noise (bintik-bintik seperti TV jadul). Oleh karena itu, untuk proses pewarnaan yang satu ini saya akan memakai jasa dari Lightroom.
Untuk pewarnaan pada foto saya, tidak banyak yang saya ubah (sesuai original). Saya hanya lebih menimbulkan warna hijan dedaunan. Dengan begitu, keadaan background yang dipadu oleh pesona sang model dapat terlihat dengan mudah dan membahana (semacam ada sinkronisasi yang ideal).
Oke guys, setelah hasilnya berhasil saya hasilkan, tahap selanjutnya yaitu memamerkan kepada asob-asob sekalian bagaimana hasil sederhana sebuah foto ala saya yang saya beri tema "Tatapan Polos Dara Desa". Selamat menikmati. . . ^^
Setelah proses pemotretan selesai, selanjutnya saya akan membawa kalian pada proses pengeditan. Untuk proses pengeditan itu sendiri pasti memerlukan aplikasi khusus. Di dunia yang super modern seperti sekarang ini, untuk menemukan aplikasi-aplikasi tersebut tidaklah menjadi suatu kesulitan. Hal ini disebabkan terlalu banyaknya aplikasi-aplikasi editor yang tersebar didunia maya dan dapat dengan mudah kita temukan (yaitu dengan cara mendownloadnya. Baik yang free maupun yang pro). Selain itu juga terdapat sangat banyak jenis editan seperti editan secara instan (edit secara online bagi anda-anda yang nggak ingin tau dan nggak ingin mengerti tentang editor) dan editan secara manual (misalnya menggunakan aplikasi khusus yang offline). Untuk editan secara manual, juga terdapat banyak sekali aplikasi diantaranya adobe photoshop (yang sangat dipuja oleh editor tetapi juga sangat banyak dimaki oleh orang awam dalam hal editing), adobe lightroom, adobe illustrator, photoscape dan masih banyak lagi yang lainnya (coba search di google aja sooobb. Yang penting jangan ajak saya, karena saya kurang sehat :D). Untuk proses editan yang saya gunakan pada foto saya, disini saya memakai dua jasa dari aplikasi editor yaitu adobe photoshop (untuk proses cleaning detail) dan aplikasi adobe lightroom (untuk proses colouring).
Tahap pertama yang mesti saya kerjakan adalah menyeleksi wajah sang model untuk selanjutnya saya lakukan proses cleaning, contras dan hal lain secara detail. Pada wajah sang model saya membuatnya sedikit lebih putih agar tidak kelihatan kusam namun juga tak terlihat over (begitu juga dengan area tangan). Proses ini perlu dilakukan agar tidak menimbulkan warna wajah yang pucat pasi. Selanjutnya hal lain yang saya tambahkan pada foto saya tersebut adalah effect lens flare (untuk hasil lens flarenya dapat anda lihat pada ujung-ujung dedaunan terdapat semacam butiran bercahaya seperti adanya embun yang diterpa mentari). Hal ini sengaja saya lakukan agar suasana foto tidak mati. proses pengeditan yang seperti ini adalah termasuk kedalam salah satu jenis editan manipulation. Untuk proses ini, effect lens flare yang saya gunakan yaitu effect lens flare secara manual (menggunakan brush lalu kemudian saya menggunakan effect outer glow).
Setelah foto tersebut mulai terlihat sejuk dimata saya (ngarep dimata anda juga), tahap selanjunya yaitu melakukan pewarnaan menggunakan lightroom. kenapa harus lightroom ?? padahal untuk proses ini diadobe photoshop sendiri juga tersedia ?? Hal ini saya lakukan karna menurut saya pada aplikasi PS untuk proses pewarnaan sering terjadi over saturation ( tidak untuk semua jenis foto) sehingga terkadang timbul noise (bintik-bintik seperti TV jadul). Oleh karena itu, untuk proses pewarnaan yang satu ini saya akan memakai jasa dari Lightroom.
Untuk pewarnaan pada foto saya, tidak banyak yang saya ubah (sesuai original). Saya hanya lebih menimbulkan warna hijan dedaunan. Dengan begitu, keadaan background yang dipadu oleh pesona sang model dapat terlihat dengan mudah dan membahana (semacam ada sinkronisasi yang ideal).
Oke guys, setelah hasilnya berhasil saya hasilkan, tahap selanjutnya yaitu memamerkan kepada asob-asob sekalian bagaimana hasil sederhana sebuah foto ala saya yang saya beri tema "Tatapan Polos Dara Desa". Selamat menikmati. . . ^^
![]() |
| Tallent : Nora Liana - FG : Muhammad Yanies - Location : Nipah - Pulo Nasi - Copyright 2014 - Lemonade photography |
Gimana sooobbbb ??? Lumayan Atau Jempolan ??? Semuanya tergantung lemonaders sekalian dalam menilai. Jika sobat merasa kurang puas dengan hasilnya, sobat bisa langsung mengomentarinya pada kotak komentar yang sengaja dibuat gratis. Itu juga akan menjadi modal buat saya untuk lebih baik lagi kedepannya (Namanya juga masih sama-sama belajar). Semoga artikel ini (dari atas sampai bawah) bermanfaat dan menambah pengetahuan sobat. Teruslah berkarya and thanks karena telah mengunjungi gubuk saya. .
Salam Lemonaders, Little touch for better performance. . .
Pemandangan di balik Layar (Posisi Dalam Pengambilan Gambar)
Assalamu'alaikum Lemonaders sekalian alam.
"Semoga sobat semua sehat dan selalu dalam lindungan-Nya. Amiiinn. . . "
Pada postingan kali ini saya akan mencoba mengumbar beberapa potongan kejelekan saya saat proses pengambilan gambar. Hal ini mungkin sangat tidak perlu bagi sobat sobat yang senang melalaikan matanya dengan keindahan. Mungkin bagi sobat semua, mengikuti gaya sesuai arahan dan mendapatkan hasil terindah yang diberikan oleh sang fotografer adalah hal yang sangat menyenangkan, tanpa perlu mengetahui apa yang dilakukan sang fotografer sehingga bisa menghasilkan sebuah foto dengan tingkat keindahan yang woowwww mantapnya. Padahal dibalik semua itu, peran fotograferlah yang sangat menentukan hasil dari sebuah jepretan.
Okee soobb. Pada kesempatan ini saya akan membahas sedikit tentang kelakuan sang fotografer demi sebuah jepretan. Pada dasarnya, banyak hal yang dilakukan sang fotografer seperti pemilihan tempat, model yang tepat, costum yang sesuai, sudut pandang dalam pengambilan, proses editing dan cleaning serta pencucian dan siap saji dalam bentuk album. Namun kali ini saya khusus membahas tentang gaya gokil sang fotografer dalam proses pengambilan gambar.
Tanpa perlu jauh-jauh berjalan, pada postingan ini saya hanya memakai jasa saya sendiri. Jadi meskipun berbeda dengan yang lainnya, tapi inilah gaya saya. Pada gambar yang akan kita saksikan dibawah ini (sebentar lagi), ada beberapa gaya yang saya terapkan diantanya pengambilan gambar dengan gaya datar dari bawah alias bobo jepret dan pengambilan gambar jauh dari serong atas. Pada proses pengambilan gambar dari atas, saya memerlukan bantuan (pastinya) berupa tangga atau yang lainnya. Namun karena pada saat itu saya kebetulan tidak membawa tangga dan tempat yang saya pakai untuk melakukan proses hunting hanya menyediakan pepohonan, tanpa pikir panjang langsung saja saya pakai jasa si pohon (meskipun terpaksa pakai gaya monkey style :D).
Selain gaya dalam pengambilan gambar, disini saya hanya memilih satu lokasi saja yaitu di pantai Babah Satu Lhoknga. kenapa demikiaann ??? itu karena saya mencoba menyesuaikan dengan temanya yaitu "princess in the jungle". Jadi otomatis disini saya pasti perlu suasana yang banyak pohonnya serta beraroma kehutan-hutanan gituu. Sedangkan untuk modelnya, sebenarnya ada beberapa model. Tapi untuk tema yang satu ini saya hanya memakai jasa dari mbak viena.
Oke soob. tanpa perlu menambah kepenasaran lemonaders sekalian, langsung saja kita saksikan cuplikan sederhana ala saya sendiri. cekiidooottt. . .
- PENGAMBILAN GAMBAR GAYA BAWAH
Berikut merupakan gaya saya saat pengambilan gambar gaya bawah :
Berikut merupakan hasil pengambilan gambar gaya bawah setelah proses editing dan cleaning :
.jpg)
- PENGAMBILAN GAMBAR GAYA ATAS
Berikut merupakan gaya saya saat pengambilan gambar gaya atas :
Berikut merupakan hasil pengambilan gambar gaya bawah setelah proses editing dan cleaning :
Ada satu hal yang perlu diingat bagi para fotografer. Jika anda sudah selesai dalam satu tahap jepretan, jangan lupa perlihatkan hasil jepretan anda pada model anda (hasil Original sebelum diedit). Jangan lupa juga tanyakan pendapat dia. apakah dia puas atau tidak. atau dia ingin sekali lagi mencoba namun hanya berbeda sidikit gaya. Karena walaupun pada dasarnya gaya dan costum ditentuin oleh sang fotografer sesuai tema, namun tidak salahnya anda mencoba untuk tidak egois dan juga meminta pendapat sang model. Hal ini juga dapat membuat sang model bisa merasakan ekpresinya. Baik itu kurang atau mungkin terlalu berlebiahan. Jadi pada jepretan selanjutnya sang model lebih bisa menyesuaikannya.
Demikianlah postingan singkat dari saya tentang pemandangan dibalik layar khususnya pada kelakuan dan posisi sang fotografer saat pengambilan gambar. Semoga artikel di atas berkenan dihati dan bermanfaat bagi lemonaders semua serta bisa memberi motivasi dan inspirasi buat lemonaders sekalian dalam berkarya (khususnya dalam hal photography).
"Little Touch For Better Performance"
Wassalam.

.jpg)
.jpg)




.jpg)
.jpg)


.jpg)

